Spiga

Bendol berang, Pemain Tak Patuhi Instruksi

Surabaya - Indonesia hanya berhasil memetik hasil seri 1-1 dalam laga ujicoba melawan Malaysia di Surabaya, Jumat (6/6/2008). Pelatih timnas Benny Dollo menyebut pemainnya tak patuhi instruksi.

Bambang Pamungkas sempat membawa Indonesia unggul terlebih dahulu dengan mencetak gol melalui titik penalti di menit ke-25. Namun kemenangan melayang saat Malaysia menyamakan skor di menit ke-34.

Seusai laga, Bendol --sapaan Benny Dollo-- mengeluhkan anak-anak asuhannya yang tidak patuh kepada instruksi yang diberikan.

"Itu mungkin penyakit lama pemain indonesia. Selalu hilang saat memegang bola. Kenapa harus memberikan umpan jauh padahal kemampuan untuk mengangkat bola saja tidak ada?" ujar Bendol separuh bertanya kepada para wartawan.

Meski demikian, Bendol tetap merasa yakin pada kemampuan skuadnya saat ini. Apalagi menurutnya, "Merah Putih" sedang berada dalam tahap regenerasi. "Mudah-mudahan pencinta sepakbola Indonesia mengerti kondisi timnas saat ini," imbuh Bendol.

Dalam pertandingan tadi, Bendol banyak melakukan pergantian pemain di babak kedua. Rotasi yangg dilakukannya diakui Bendol sangat efektif untuk mengimbangi para pemain Malaysia yang umumnya lebih muda dibanding Indonesia

Selain itu, Bendol juga menyebutkan bahwa saat ini di Indonesia sangat sulit mencari pesepakbola di seluruh lini yangg umurnya masih sangat potensial.

Dalam laga berikutnya, Indonesia akan menjumpai Vietnam pada 11 Juni. Bendol berharap Indonesia bisa meraih hasil positif serta dapat memenuhi target yang diberikan PSSI.

Said abdulah : segera bubarkan FPI

Rabu, 04 Juni 2008
Said Abdullah: Segera Bubarkan FPI!

Aksi kekerasan yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) terhadap Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) 1 Juni lalu, mendapat kecaman keras berbagai pihak. Salah satunya dari M.H. Said Abdullah, anggota DPR RI dari Partai PDI Perjuangan.
Saat ditemui Hot News, Said menegaskan, sejak setahun lalu pihak kepolisian sudah diinstruksikan segera membubarkan FPI. "Kejadian ini harusnya dijadikan acuan bagi pihak kepolisian, agar segara membubarkan FPI dan menangkap pelaku kekerasan," tegas pria yang menjabat Wakil Bendahara bidang Inventarisasi dan Kekayaan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur ini.

Menurutnya, aksi kekerasan yang dilakukan FPI di Silang Monas itu sudah terbukti tidak sesuai Undang–Undang nomor 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Dalam hal ini, FPI telah bertindak anarkis, sehingga pemerintahan dapat membekukan pengurus atau pengurus pusat organisasi kemasyarakatan apabila organisasi itu melakukan kegiatan yang menganggu keamanan dan ketertiban umum. “Itu aturan yang tertuang dalam UU tentang Ormas, dan saya rasa sudah menjadi acuan bagi pihak kepolisian untuk segera membubarkan FPI,” tandasnya.

Saat dimintai komentar adanya berita tentang pemerintah yang mengkaji ulang masalah FPI, Said menegaskan, bila kinerja pemerintahan di daerah masih abu-abu (tidak jelas). Seharusnya, pemerintah bisa mengambil langkah tegas dan tidak ada lagi pengkajian ulang tentang masalah kekerasan yang di lakukan oleh FPI. (tyo)